• Jelajahi

    Copyright © Mediautama
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Gema Wahyu Ilahi di Balik Jeruji: WBP Lapas Bagansiapiapi Unjuk Kebolehan dalam Lomba Keagamaan

    Selasa, 03 Maret 2026, 18.07 WIB Last Updated 2026-03-03T11:07:23Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Gedung Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi. (Foto: Humas Lapas Bagansiapiapi)

    Mediautama.co.id
    – Suasana di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi mendadak syahdu. Alunan suara azan yang menggetarkan hati serta lantunan ayat suci Al-Qur'an terdengar bersahut-shutan. Fenomena ini menandai dibukanya rangkaian perlombaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (03/03).


    Perlombaan ini terdiri dari tiga cabang utama: Lomba Azan, Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an (Tartil), dan Seni Tilawah. Puluhan perwakilan dari tiap blok hunian tampak antusias mengikuti kompetisi ini dengan mengenakan pakaian muslim lengkap.


    Kegiatan ini bukan sekadar ajang adu bakat, melainkan bagian dari program pembinaan kepribadian. Tujuannya jelas: menumbuhkan kepercayaan diri dan memperdalam kecintaan WBP terhadap nilai-nilai Al-Qur'an.


    Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Agus Imam Taufik menyatakan bahwa potensi yang dimiliki warga binaan seringkali luar biasa namun terpendam.


    "Melalui lomba ini, kita ingin menunjukkan bahwa di balik tembok ini, ada proses transformasi. Kita ingin mereka yang dulunya jauh dari agama, kini bisa menjadi muazin yang mengajak pada kebaikan atau qari yang menyejukkan hati," ungkap Kalapas dalam pembukaan acara.


    Sorak sorai dukungan dari sesama warga binaan pecah saat salah satu peserta melantunkan ayat suci dengan teknik tilawah yang memukau. Banyak di antara penonton yang tampak terharu, menyadari bahwa ruang jeruji justru menjadi tempat bagi rekan-rekan mereka untuk menemukan kembali jalan spiritual.


    Dewan juri dari penyuluh agama setempat memberikan apresiasi tinggi atas kualitas vokal dan pemahaman tajwid para peserta yang dianggap tidak kalah dengan masyarakat di luar Lapas.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini