• Jelajahi

    Copyright © Mediautama
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Wujudkan WBP Berakhlak, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Gelar Pesantren Kilat

    Selasa, 03 Maret 2026, 18.05 WIB Last Updated 2026-03-03T11:05:21Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Warga Binaan Pemasyarakatan mengikuti kegiatan Pesantren Kilat di Masjid At-Taubah, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi. (Foto: Humas Lapas Bagansiapiapi)


    Mediautama.co.id
    – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid At-Taubah ini bertujuan untuk mempertebal iman serta memberikan bekal spiritual bagi para penghuni selama menjalani masa pidana.


    Suasana khusyuk menyelimuti area Lapas saat puluhan WBP berkumpul mengenakan baju koko dan peci. Program ini dirancang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebagai sarana rehabilitasi mental dan karakter.


    Selama pelaksanaan pesantren kilat, para peserta akan mendapatkan materi intensif yang meliputi:


    Pendalaman Fiqih Ibadah: Tata cara shalat dan bersuci yang benar. Tahsin Al-Qur'an: Perbaikan bacaan dan hafalan surat-surat pendek. Kajian Akhlak: Diskusi mengenai perubahan perilaku dan pengendalian diri. Wawasan Kebangsaan: Mengintegrasikan nilai agama dengan kecintaan pada tanah air.


    Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Agus Imam Taufik dalam sambutannya menekankan bahwa jeruji besi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menjadi hamba yang lebih baik.


    "Kami berharap melalui pesantren kilat ini, warga binaan tidak hanya menjalani hukuman fisik, tetapi juga mengalami 'kemerdekaan' batin. Ketika mereka bebas nanti, mereka membawa perubahan nyata dan mampu berbaur kembali di masyarakat sebagai pribadi yang religius," ujarnya.


    Salah seorang WBP peserta kegiatan mengaku sangat bersyukur atas adanya program ini. Menurutnya, pesantren kilat memberinya ruang untuk merenungi kesalahan masa lalu sekaligus belajar agama dengan lebih terstruktur.


    Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh dengan menghadirkan pengajar dari internal Lapas serta menggandeng penyuluh agama dari Kementerian Agama setempat guna memastikan materi yang disampaikan tepat sasaran dan menyejukkan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini